SYIRIK MODERN
1. Syirik
Epistemologis
(Syirik
dalam sumber kebenaran)
Definisi : Menjadikan
selain wahyu sebagai sumber kebenaran tertinggi dan mutlak,
sehingga menafikan Allah sebagai al-Ḥaqq.
Contoh
- Menganggap sains empiris satu-satunya
kebenaran
- Menolak wahyu karena dianggap “tidak rasional”
- Menilai halal–haram hanya dengan logika manusia
Tokoh &
gagasan
- Ismail Raji al-Faruqi
- Syed Muhammad Naquib al-Attas
Bukan berarti
sains = syirik, tetapi absolutisasi sains yang dipermasalahkan.
2. Syirik
Ontologis
(Syirik
dalam hakikat keberadaan)
Definisi : Meyakini
adanya realitas yang berdiri sendiri dan tidak bergantung kepada Allah.
Contoh
- Alam dianggap abadi dan mandiri
- Hukum alam bekerja tanpa kehendak Tuhan
- Paham materialisme murni
Ulama yang
membahas
- Fazlur Rahman
- Hasan Hanafi (dalam kritik teologi klasik)
Ini bentuk syirik
filosofis, bukan selalu disadari sebagai ibadah.
3. Syirik
Sosial-Struktural
(Syirik
dalam tatanan sosial dan kekuasaan)
Definisi : Menjadikan
struktur, sistem, atau kekuasaan manusia sebagai otoritas tertinggi yang
menyingkirkan nilai ilahiah.
Contoh
- Negara atau ideologi dianggap tak boleh dikritik
- Hukum manusia diikuti meski bertentangan dengan
nilai ilahi
- Kultus tokoh politik atau pemimpin agama
Tokoh
- Sayyid Qutb
- Muhammad al-Ghazali (Mesir)
Ini analisis normatif-kritis,
bukan vonis kafir.
4. Syirik
Psikologis-Eksistensial
(Syirik
dalam ketergantungan batin)
Definisi : Ketergantungan
total hati kepada selain Allah dalam:
- rasa aman
- harga diri
- makna hidup
Contoh
- Harta sebagai sumber rasa aman mutlak
- Popularitas sebagai tujuan hidup
- Ketakutan berlebihan pada manusia
Ulama
- Yusuf al-Qaradawi
- Toshihiko Izutsu (analisis semantik Qur’an)
Dalil
pendukung:
“Dan di
antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan...”
(QS. Al-Baqarah: 165)
5. Syirik
Teknologis
(Syirik
dalam ketergantungan modern)
Definisi : Menjadikan
teknologi sebagai:
- penyelamat mutlak
- penentu nasib
- sumber makna hidup
Contoh
- Percaya teknologi pasti menyelesaikan semua masalah
manusia
- Hilangnya tawakal karena “data dan algoritma”
Ini bukan
syirik fiqih klasik, tapi penyimpangan tauhid kesadaran.
6. Syirik
Budaya dan Tradisi
(Syirik
karena taklid kolektif)
Definisi : Menjadikan
budaya sebagai standar absolut meski bertentangan dengan tauhid.
Contoh
- Ritual adat diyakini membawa keselamatan
- Pantangan budaya dianggap menentukan nasib
Tokoh
- Rasyid Ridha
- Nurcholish Madjid
Tabel
Ringkas
Jenis Syirik : Contoh Nyata
Epistemologis : Wahyu ditolak
Ontologis : Alam mandiri
Sosial :
Kultus kekuasaan
Psikologis : Harta = rasa aman
Teknologis : Algoritma = penentu
Budaya : Tradisi absolut
Catatan
Metodologis Penting
Ulama akademik
menegaskan:
- Tidak semua ini otomatis syirik akbar
- Banyak bersifat:
- penyimpangan tauhid
- potensi syirik
- Tujuannya tashḥīḥ al-wa‘y (meluruskan kesadaran),
bukan takfīr
Kesimpulan
Menurut ulama
akademik kontemporer: Syirik tidak hanya terjadi di altar ibadah, tetapi
juga di pusat kesadaran manusia modern.
Tauhid bukan
sekadar ucapan, tetapi cara melihat realitas, kekuasaan, ilmu, dan makna
hidup.